Skip to content

4 Tools Penting yang Digunakan untuk Membuat WhatsApp CS Chatbot

  • by

Apakah bisnis Anda sudah menggunakan chatbot di WhatsApp? WhatsApp chatbot sendiri sekarang sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebuah bisnis yang ingin maksimal dalam memberikan layanan pelanggan.

Bayangkan jika tim customer service (CS) harus membalas ratusan hingga ribuan chat setiap hari secara manual bahkan membalas pertanyaan di luar jam buka toko, misalnya dini hari, di mana CS tidak beroperasi 24 jam. Balas chat jadi lama, pelanggan kebingungan, dan berakibat pada potensi penjualan yang hilang tanpa disadari.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa mulai menggunakan WhatsApp CS chatbot. Dengan chatbot, semua pertanyaan customer bisa terjawab dalam hitungan detik selama 24/7.

Menariknya, Anda tidak perlu berlangganan platform mahal untuk bisa mendapatkan sistem WhatsApp CS chatbot ini. Anda bisa membuatnya sendiri dari 0 dengan mengombinasikan beberapa tools yang tepat.

Artikel ini akan membahas 4 tools penting yang digunakan untuk membuat WhatsApp CS chatbot beserta cara instalasinya. Silakan dibaca sampai habis, ya!

Apa itu WhatsApp CS Chatbot?

WhatsApp CS chatbot adalah sistem perangkat lunak otomatis yang dibuat untuk berkomunikasi dengan pelanggan melalui chat WhatsApp. Chatbot terhubung ke WhatsApp Business API atau sistem integrasi lainnya sehingga dapat membalas pesan dengan cepat, mengarahkan percakapan sesuai kebutuhan, hingga mendukung proses transaksi secara langsung.

Cara kerjanya dimulai saat pelanggan mengirim pesan ke nomor WhatsApp bisnis. Pesan tersebut diterima oleh sistem chatbot, lalu diproses berdasarkan alur yang sudah dibuat atau dianalisis menggunakan AI. Chatbot akan memahami maksud pesan, mencocokkannya dengan data atau knowledge base yang dimiliki, kemudian mengirimkan jawaban yang paling relevan. Jika pertanyaan di luar kemampuan chatbot, sistem bisa otomatis meneruskan percakapan ke CS manusia, sehingga pengalaman pelanggan tetap terasa mulus dan responsif.

Pentingnya WhatsApp CS Chatbot untuk Bisnis

Salah satu alasan kenapa WhatsApp CS chatbot diperlukan di bisnis Anda adalah karena kecepatan respon chat pelanggan. Selain itu masih ada manfaat lain yang bisa bisnis dapatkan dari adopsi CS chatbot ini!

1.   Bisa merespon 24/7

Pelanggan bisa segera mendapatkan jawaban kapanpun mereka mengalami kebingungan atau membutuhkan bantuan. Semua chat akan dibalas chatbot tidak peduli apakah di luar jam kerja atau hari libur. Jadi Anda pun  tidak perlu takut kehilangan pelanggan hanya karena keterbatasan jam operasional.

2.   Mengurangi beban CS manusia

CS manusia seringkali kewalahan dalam menjawab pertanyaan umum yang berulang dari banyak pelanggan. Penggunaan WhatsApp CS chatbot bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan berulang, sementara CS manusia fokus ke kasus yang lebih kompleks.

3.   Hemat biaya operasional

Meskipun jumlah chat masuk semakin bertambah tetapi Anda tidak perlu menambah tim CS baru yang kemungkinan besar menambah beban operasional juga.

Sebab adanya CS chatbot bisa membantu mengotomatisasi pertanyaan-pertanyaan umum yang berulang, dan tim CS yang sudah ada saat ini berfokus pada masalah kompleks atau tahap closing saja.

4.   Bisa diintegrasikan ke sistem lain

Keunggulan besar WhatsApp CS Chatbot adalah kemampuannya untuk terhubung dengan berbagai sistem lain. Chatbot tidak hanya menjawab chat, tapi juga bisa dihubungkan ke CRM, database, Google Sheets, dan helpdesk yang bisa membantu Anda mengambil keputusan bisnis dengan tepat.

4 Tools untuk Membuat WhatsApp CS Chatbot

Ada banyak platform penyedia WhatsApp CS chatbot yang bisa Anda gunakan. Tetapi tidak ada salahnya untuk membuatnya sendiri untuk personalisasi kebutuhan bisnis.

Jika Anda tertarik untuk membuat WhatsApp CS chatbot sendiri, persiapkan 4 tools penting berikut supaya proses pembuatan bisa berjalan lancer.

1. n8n – Automation & workflow engine

n8n adalah tools workflow automation berbasis node (visual) yang berfungsi sebagai “otak” dari chatbot. Di sinilah logika percakapan, alur respon, dan integrasi antar sistem diatur.

Fungsinya untuk menerima pesan masuk dari WhatsApp, menentukan respon berdasarkan keyword atau intent, mengirim pesan balasan, dan menghubungkan WhatsApp dengan AI, database, atau tools lain.

Cara instal n8n:

  • Siapkan server (VPS/cloud)
  • Instal Docker di server
  • Buat file docker-compose.yml
  • Atur port, environment variable, dan volume data
  • Jalankan perintah docker compose up -d
  • Buka browser dan akses http://IP-SERVER :5678
  •  Lakukan setup awal (akun admin)
  • Webhook digunakan untuk menerima event pesan dari WhatsApp (WAHA) dan credentials dipakai untuk koneksi AI model, database, atau API lain.

2.WAHA – WhatsApp HTTP API

WAHA adalah WhatsApp API yang memungkinkan sistem mengirim dan menerima pesan WhatsApp secara otomatis melalui HTTP request.

Fungsi utama WAHA yaitu menghubungkan akun WhatsApp ke sistem chatbot, menerima pesan masuk dari pelanggan, dan mengirim balasan otomatis dari chatbot.

Cara install WAHA:

  • Install Docker.
  • Ambil image WAHA dari repository resmi dan jalankan container menggunakan Docker atau Docker Compose.
  • Tentukan port dan pastikan port bisa diakses dari luar server.
  • Lalu buka dashboard WAHA di browser.
  • Scan QR Code menggunakan WhatsApp yang akan dijadikan CS.
  • Setelah login, WAHA siap menerima dan mengirim pesan.
  • Selanjutnya atur webhook di WAHA agar setiap pesan masuk dikirim ke n8n.
  • n8n akan memproses pesan tersebut dan mengirim balasan kembali lewat WAHA.

3. Model AI – Otak percakapan chatbot

Model AI berfungsi untuk memahami pesan pelanggan dan menghasilkan jawaban yang natural seperti manusia.

Fungsi utamanya dalam chatbot adalah memahami konteks pertanyaan pelanggan, menghasilkan jawaban yang relevan, menyesuaikan gaya bahasa CS, dan mengambil informasi dari knowledge base.

Cara integrasi model AI:

  • Pilih model AI, bisa menggunakan OpenAI (via API key) atau model open source yang di-host sendiri.
  • Siapkan API key atau endpoint AI.
  • Integrasikan ke n8n. Gunakan HTTP Request Node atau AI Node.
  • Kirim pesan pelanggan sebagai input atau prompt agar AI berperan sebagai CS bisnis.
  • Uji respons AI. Pastikan jawaban sesuai konteks dan Batasi jawaban agar tidak keluar dari topik bisnis.

4. Knowledge Base – Sumber pengetahuan chatbot

Knowledge base adalah kumpulan data yang menjadi acuan jawaban chatbot agar tetap akurat dan sesuai dengan bisnis.

Isi knowledge base antara lain FAQ pelanggan, informasi produk dan layanan, SOP customer service, dan kebijakan bisnis.

Cara menyiapkan knowledge base:

  • Kumpulkan data bisnis.
  • Tentukan format penyimpanan (google docs, pdf, database).
  • Hubungkan ke sistem AI melalui embedding, retrieval (RAG), atau query langsung ke database.
  • Update secara berkala.

Kesimpulan

Melalui kombinasi tools yang tepat seperti n8n sebagai workflow engine, WAHA sebagai WhatsApp API, model AI sebagai otak percakapan, serta knowledge base sebagai sumber informasi, bisnis dapat membangun sistem WhatsApp CS chatbot sendiri tanpa harus bergantung pada platform berbiaya mahal. Sistem ini mampu merespon pelanggan selama 24/7, mengurangi beban tim CS, menekan biaya operasional, serta terintegrasi dengan berbagai sistem internal bisnis.

Dengan perencanaan dan implementasi yang tepat, WhatsApp CS chatbot tidak hanya membantu menjawab chat pelanggan, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses operasional dan pengambilan keputusan bisnis.

Dapatkan informasi seputar teknologi, digital, dan Artificial Intelligence lainnya dengan follow Instagram resmi Roziq Bahtiar @haloziq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *